SURABAYA – Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Asep Heri, memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara virtual pada Jumat (17/4). Rapat strategis melalui zoom ini bertujuan untuk memastikan seluruh program kerja tetap berjalan sesuai target, terutama pada penyelesaian tunggakan dan Program Strategis Nasional (PSN).
Rapat virtual ini diikuti oleh seluruh pembina wilayah seperti Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, Pejabat Fungsional Ahli Madya, serta seluruh Kepala Kantor Pertanahan beserta jajaran.
Dalam arahannya, Kakanwil memberikan sorotan khusus kepada Kantor Pertanahan yang memiliki progres terendah dalam pelaksanaan PSN, yang meliputi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Sertifikasi Lintas Sektor (Lintor), Barang Milik Negara (BMN), hingga Redistribusi Tanah.
“Evaluasi ini bukan sekadar melihat angka, tapi mencari solusi atas kendala di lapangan. Kantor Pertanahan dengan capaian terbawah harus segera melakukan akselerasi dan buat komitmen terkait penyelesaiannya” tegas Kakanwil.
Selain pemantauan PSN, agenda utama Monev juga mencakup percepatan penyelesaian tunggakan berkas serta sertifikasi tanah wakaf. BPN Jawa Timur berkomitmen penuh dalam memberikan perlindungan hukum bagi aset-aset keagamaan melalui program sertifikasi wakaf yang transparan dan cepat.
Meski sebagian pegawai menjalankan kebijakan Work From Home (WFH), Kakanwil mengingatkan bahwa esensi bekerja tidak boleh berkurang. BPN Jatim kini mewajibkan implementasi 8 Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Energi. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perubahan perilaku yang adaptif. Tujuannya jelas: menciptakan transformasi budaya kerja yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pemohon, meski koordinasi dilakukan dari jarak jauh.
#bpnjatim
#TransformasiBudayaKerja
#PTSL2026
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#PejabatPengelolaInformasidanDokumentasi
Posting Komentar